(Sebathok saoto sapi. Sumber: google.com)

Jika kamu akan berwisata ke candi Sambisari, jangan lupa sempatkan dirimu untuk berkunjung ke Saoto Bathok Mbah Katro. Yup, sekitar 50 meter di sebelah utara candi Sambisari berdirilah deretan saung-saung bambu berjejer rapi di tepi sawah yang menjajakan saoto dengan cara cukup unik.
Eits, tunggu dulu! Kenapa namanya saoto?

Jadi begini Intelektual Muda, menilik tentang soto dan sejarahnya, ternyata saoto adalah sebutan lain untuk soto yang digunakan di daerah Solo. Nah, mbah Katro sendiri memang mengusung genre soto Solo sehingga penamaannya pun mengikuti daerah asalnya. Jadi jangan berpikir bahwa itu typo, ya!

Berbeda dari kebanyakan soto yang disajikan dengan mangkuk, saoto mbah Katro ini disajikan dengan menggunakan bathok atau tempurung kelapa. Sambal, irisan jeruk nipis, dan tempenya pun juga disajikan dalam bathok berukuran kecil. Usut punya usut, bathok memiliki fungsi mengurangi tingkat sakit perut karena kandungan karbonnya sehingga jika dituangi kuah panas akan bereaksi bagus untuk alat pencernaan.

(Saoto dan jeruk nipis yang disajikan dalam bathok. Sumber:google.com)

Sensasi pertama ketika menyantap saoto ini adalah kuahnya yang segar. Kuah coklat menggoda ditemani seledri, bawang goreng, taoge, dan rasa rempahnya yang cukup kuat akan semakin membuat lidahmu bergoyang. Apalagi ditemani dengan pemandangan sawah dan sepoi angin yang sejuk di sekitar sana. Hmm, syahdu sekali rasanya!

(Saung bambu Saoto Bathok yang terletak di sekitar arena persawahan. Sumber: google.com)

Berbicara soal harga, saoto bathok mbah Katro ini bisa dibilang cukup ramah di kantong, lho. Hanya dengan Rp.5.000,- kamu sudah bisa mendapatkan satu porsi soto sapi. Rp.2500,- untuk seporsi gorengannya dan Rp.2000,- sudah bisa menikmati secangkir es jeruk segar. Tidak ketinggalan, di sana juga ada sate telur puyuh, sate usus, keripik, dan juga camilan lain.

So, buat kamu yang ingin berkunjung ke tempat ini letaknya ada di Jalan Candi Sambisari No. 6, Purwomartani, Kalasan, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Buka setiap hari antara pukul 06.00 – 16.00 WIB. Eits, tapi nih.. sebaiknya kamu berkunjung saat waktu sarapan, yaitu antara pukul pukul 06.00 – 09.00 WIB karena udaranya masih sejuk dan lauknya masih lengkap.

Ngomongin sejarah, udah. Keunikan, udah. Harga dan tempat juga udah. Emm, kurang apalagi ya? Kurang pergi ke sana! Yuk, Intelektual Muda, saatnya kamu agendakan waktumu untuk menikmati segarnya sebathok soto sapi bersama orang tersayang. Oke? (Reporter FiestA Radio: Tiara Mahatma)

https://i1.wp.com/fiestaradio.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2018/04/saoto-bathok.jpg?fit=655%2C391https://i1.wp.com/fiestaradio.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2018/04/saoto-bathok.jpg?resize=300%2C300Fiesta FMCulinaryReview
Jika kamu akan berwisata ke candi Sambisari, jangan lupa sempatkan dirimu untuk berkunjung ke Saoto Bathok Mbah Katro. Yup, sekitar 50 meter di sebelah utara candi Sambisari berdirilah deretan saung-saung bambu berjejer rapi di tepi sawah yang menjajakan saoto dengan cara cukup unik. Eits, tunggu dulu! Kenapa namanya saoto? Jadi begini...